SMK Nurul Abror Al Robbaniyyin — Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), siswa kelas XII RPL mengikuti gladi bersih yang
dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin,
5 Oktober hingga Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah
untuk memantapkan kesiapan siswa sebelum menghadapi TKA yang sebenarnya,
sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih jauh alur dan
mekanisme pelaksanaan tes.
Gladi
bersih tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian persiapan
TKA. Melalui kegiatan yang berlangsung pada 5–8 Oktober 2026, peserta tidak hanya diperkenalkan
kembali dengan mekanisme pengerjaan tes, tetapi juga diberikan kesempatan untuk
merasakan secara langsung suasana dan alur pelaksanaan yang nantinya akan
mereka hadapi pada TKA sesungguhnya.
Sejak
kegiatan dimulai, siswa kelas XII RPL mengikuti setiap tahapan dengan tertib
dan serius. Para peserta menempati perangkat komputer yang telah disediakan dan
mengikuti arahan dari panitia serta petugas yang bertanggung jawab terhadap
pelaksanaan gladi bersih. Suasana ruang pelaksanaan terlihat kondusif, dengan
para siswa memusatkan perhatian pada perangkat masing-masing selama proses
simulasi berlangsung.
Tidak
hanya kesiapan peserta yang menjadi perhatian, aspek teknis juga turut diperiksa selama pelaksanaan gladi bersih.
Perangkat komputer, sistem yang digunakan, jaringan internet, serta berbagai
sarana pendukung menjadi bagian yang dipantau untuk memastikan simulasi dapat
berjalan dengan baik. Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi
terhadap berbagai kemungkinan kendala teknis yang dapat muncul ketika TKA
sebenarnya berlangsung.
Dengan dilaksanakannya gladi bersih
selama 5–8 Oktober 2026, siswa
diharapkan memperoleh pengalaman yang cukup untuk memahami kondisi dan
mekanisme TKA. Pengalaman tersebut kemudian dapat menjadi bahan evaluasi bagi
peserta maupun pihak sekolah dalam mematangkan persiapan sebelum memasuki
pelaksanaan TKA yang sesungguhnya pada 26
Oktober hingga 8 November 2026.
Bagi
siswa kelas XII RPL, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan
sekadar mengikuti sebuah tes. Di balik pelaksanaannya, terdapat tujuan untuk
melihat sejauh mana kemampuan akademik yang telah mereka bangun selama menempuh
pendidikan di SMK Nurul Abror Al Robbaniyyin. TKA menjadi salah satu sarana
untuk menguji sekaligus memberikan gambaran mengenai capaian akademik siswa
sebelum mereka melangkah ke tahap berikutnya setelah lulus.
Pelaksanaan
TKA bagi siswa kelas XII RPL juga menjadi bagian dari ketentuan yang
diterapkan oleh Cabang Dinas Pendidikan wilayah Banyuwangi. Karena itu,
siswa perlu mempersiapkan diri dengan baik, bukan hanya agar mampu
menyelesaikan tes, tetapi juga agar dapat memperoleh hasil yang mencerminkan
kemampuan mereka secara optimal.
Menariknya,
hasil TKA nantinya juga dapat memberikan sertifikat kepada peserta.
Sertifikat tersebut pada kondisi dan kebutuhan tertentu dapat dimanfaatkan
sebagai salah satu dokumen pendukung setelah siswa menyelesaikan pendidikan,
termasuk dalam proses pendaftaran atau ketika melamar pekerjaan pada perusahaan
yang memang mencantumkan hasil atau sertifikat TKA sebagai salah satu
persyaratan. Namun, pemanfaatannya tentu bergantung pada ketentuan
masing-masing perusahaan maupun jalur pendaftaran yang dituju.
Dengan
demikian, TKA memiliki arti lebih dari sekadar kewajiban untuk mengikuti tes. Bagi
siswa XII RPL, TKA menjadi salah satu kesempatan untuk mengukur kemampuan,
mengenali capaian akademik, sekaligus membawa hasil tersebut sebagai bagian
dari bekal menuju masa depan. Baik melanjutkan pendidikan maupun memasuki
dunia kerja, hasil yang diperoleh dapat menjadi salah satu gambaran perjalanan
akademik mereka selama berada di bangku sekolah.
Menjelang
pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA),
SMK Nurul Abror Al Robbaniyyin turut mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk
memastikan kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan lancar. Salah satu
persiapan utama yang dilakukan adalah menyiapkan
ruangan ujian serta beberapa pengawas silang yang akan bertugas selama
pelaksanaan TKA.
Pelaksanaan
TKA tahun ini diikuti oleh lebih dari 200
peserta yang berasal dari dua kompetensi keahlian, yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Akuntansi dan
Keuangan Lembaga (AKL). Jumlah peserta yang cukup banyak tersebut
membuat kesiapan ruang ujian dan pengaturan pengawas menjadi bagian penting
dalam menunjang kelancaran pelaksanaan.
Ketua
Pelaksana TKA SMK Nurul Abror Al Robbaniyyin, Bapak Arizal Iwan Mabruri, S.Kom., menjelaskan bahwa
jumlah peserta secara pasti masih perlu dikonfirmasi kepada pihak yang
menangani data peserta.
“Untuk jumlah pastinya masih kurang paham, karena
yang tahu pasti itu pihak staf operator,” ujar Arizal Iwan Mabruri,
S.Kom.
Pernyataan
tersebut menunjukkan bahwa data jumlah
peserta secara keseluruhan masih berada dalam pengelolaan pihak staf operator,
sehingga angka pasti peserta TKA belum dapat dipastikan oleh ketua pelaksana.
Dengan persiapan ruang ujian,
pengawas silang, serta koordinasi antarpihak yang terlibat, sekolah berupaya
memastikan seluruh peserta dari RPL dan
AKL dapat mengikuti TKA dalam kondisi yang tertib dan sesuai dengan
mekanisme pelaksanaan yang telah dipersiapkan.
Pelaksanaan gladi bersih Tes
Kemampuan Akademik (TKA) di SMK Nurul Abror Al Robbaniyyin berlangsung
relatif lancar selama dua hari pertama. Pada Senin hingga Selasa,
tidak ditemukan kendala yang menonjol hanya pada koneksi internet
yang menjadi salah satu aspek teknis dalam pelaksanaan simulasi.
Untuk mengantisipasi kendala
tersebut, pihak sekolah sebelumnya telah melakukan persiapan dengan meningkatkan
kapasitas jaringan internet yang digunakan selama gladi bersih.
Langkah ini dilakukan agar proses simulasi dapat berjalan lebih lancar dan
peserta dapat mengikuti setiap tahapan tanpa terganggu oleh keterbatasan
jaringan.
Namun, memasuki pelaksanaan pada
Rabu, kendala kembali muncul, kali ini bukan berasal dari
jaringan yang disiapkan sekolah. Server mengalami gangguan dari pusat,
sehingga permasalahan tersebut berada di luar kendali pihak sekolah. Kondisi
ini sekaligus menjadi bagian dari evaluasi dalam pelaksanaan gladi bersih untuk
mengetahui berbagai kemungkinan kendala yang dapat terjadi sebelum TKA
sebenarnya dilaksanakan.
Ketua Pelaksana TKA SMK Nurul
Abror Al Robbaniyyin, Bapak Arizal Iwan Mabruri, S.Kom.,
menjelaskan bahwa selama Senin dan Selasa kendala yang ditemui lebih berkaitan
dengan jaringan internet, sedangkan pada Rabu terjadi permasalahan pada server
dari pusat.
“Untuk gladi bersih dari
hari Senin sampai Selasa tidak ada masalah, hanya di bagian internet. Tapi hari
ini, Rabu, server mengalami masalah dari pusat,” jelas Arizal Iwan
Mabruri, S.Kom.
Meski sempat menghadapi kendala
teknis, gladi bersih ini justru menjadi kesempatan bagi pihak sekolah untuk mengidentifikasi
dan mengevaluasi kesiapan teknis sebelum pelaksanaan TKA yang sebenarnya.
Dengan demikian, berbagai kendala yang muncul selama simulasi dapat menjadi
bahan perhatian agar pelaksanaan nantinya dapat dipersiapkan dengan lebih
matang.
Bagi siswa kelas XII RPL, gladi
bersih menjadi kesempatan untuk mendapatkan gambaran mengenai
pelaksanaan TKA yang sesungguhnya. Melalui simulasi ini, siswa dapat
mengenali alur pelaksanaan, memahami teknis pengerjaan, serta mengetahui
hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki ujian yang sebenarnya.
Meskipun dalam pelaksanaannya
terdapat beberapa kendala, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi siswa
untuk tetap mengikuti kegiatan. Berbagai kendala yang muncul selama gladi
bersih masih dapat diatasi sehingga siswa tetap memperoleh pengalaman dan
gambaran mengenai kondisi yang mungkin dihadapi ketika TKA berlangsung.
Salah satu peserta, Abdul
Aziz, siswa kelas XII A RPL, mengungkapkan bahwa gladi bersih
memberikan gambaran kepada siswa mengenai bagaimana TKA akan dilaksanakan.
Menurutnya, kendala yang muncul selama gladi bersih masih dapat diatasi
sehingga tidak terlalu menghambat proses persiapan.
“Harapannya semoga nanti
bisa mendapatkan nilai yang bagus,” ujar Abdul Aziz.
Selain menyampaikan harapannya,
Abdul Aziz juga memberikan pesan kepada siswa XII RPL lainnya agar memanfaatkan
kesempatan gladi bersih dengan sebaik-baiknya.
“Maksimalkan waktu gladi
bersih untuk menghadapi ujian TKA yang sesungguhnya,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat
bahwa gladi bersih bukan sekadar kegiatan simulasi, melainkan kesempatan bagi
siswa untuk belajar dari pengalaman, mengenali kendala, dan mematangkan
kesiapan sebelum menghadapi TKA yang sebenarnya.
Setelah
melalui rangkaian persiapan dan gladi bersih, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang
sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada 26
Oktober hingga 8 November. Waktu tersebut menjadi tahap penting bagi
siswa kelas XII untuk menerapkan kesiapan yang telah dibangun selama proses
persiapan dan simulasi.
Dari
pihak sekolah, harapan agar pelaksanaan TKA nantinya dapat berlangsung dengan
lancar juga disampaikan oleh guru. Selain berharap tidak terjadi kendala selama
pelaksanaan, pihak sekolah turut memperhatikan kondisi para siswa yang dalam
beberapa waktu terakhir mengalami gangguan kesehatan.
“Semoga tidak ada kendala selama pelaksanaan TKA
nanti dan supaya berjalan lancar. Serta semoga santri sudah banyak yang sembuh,
karena banyak santri yang pulang karena sakit,” ujar guru tersebut.
Harapan
tersebut menjadi bagian dari persiapan sekolah menjelang pelaksanaan TKA.
Dengan kondisi peserta yang semakin baik dan persiapan yang terus dimatangkan,
sekolah berharap seluruh siswa dapat mengikuti TKA dengan kondisi yang prima
serta memperoleh hasil yang terbaik.
26 Oktober–8 November pun menjadi rentang waktu yang
akan menjadi momentum bagi siswa kelas XII untuk menunjukkan hasil dari
persiapan mereka. Setelah melewati gladi bersih, siswa diharapkan tidak hanya
lebih memahami teknis pelaksanaan, tetapi juga semakin percaya diri dalam
menghadapi TKA yang sesungguhnya.