SMK Nurul Abror Al Robbaniyin

Wujudkan Kelas Interaktif Guru SMK Nurul Abror Al Robbaniyin Terima Kritik Membangun dari Siswa

26 October 2026
Oleh: Khalid Al-Madani
Dilihat: 014 kali
Bagikan:
Wujudkan Kelas Interaktif Guru SMK Nurul Abror Al Robbaniyin Terima Kritik Membangun dari Siswa

Guru di kelas XC jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Nurul Abror Al Robbaniyin melaksanakan kegiatan evaluasi kinerja pendidik yang dinilai langsung oleh para siswa. Langkah proaktif ini bertujuan untuk menjaring kritik dan saran dari peserta didik, sehingga guru mata pelajaran maupun wali kelas dapat terus meningkatkan kualitas pengajaran dan memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal.

Dalam pelaksanaannya, guru mengarahkan para siswa untuk menuliskan evaluasi mereka secara manual di secarik kertas.Agar siswa dapat menyampaikan aspirasinya dengan jujur dan leluasa, mereka diminta untuk tidak mencantumkan nama atau identitas (anonim) pada lembar evaluasi tersebut.

Dari kegiatan ini, terkumpul berbagai aspirasi yang beragam. Para siswa tidak hanya memberikan apresiasi dan pujian,tetapi juga menyampaikan banyak kritik membangun. Seluruh masukan ini sangat berharga untuk memastikan agar Proses Belajar Mengajar (PBM) ke depannya dapat berjalan lebih efektif dan optimal. Sebagai seorang pendidik, guru menyambut setiap kritik dan saran tersebut dengan sikap terbuka dan lapang dada demi perbaikan kualitas pembelajaran.

Berikut adalah beberapa rangkuman umpan balik (feedback) dari siswa yang akan dijadikan acuan dan bahan evaluasi,terutama saat PBM berlangsung:

1.        “Mohon maaf sebelumnya pak!, ini tentang cara mengajar bapak baik di lab maupun di kelas pada mapel informatika, pak. Jangan terburu-buru, pelan-pelan saja pak saat ngajar. Terus perhatikan juga anak yang kurang mampu dibidang computer seperti saya, pak. Mengajarnya itu pelan tapi pasti pak. Sekian dari saya pak. Bukannya saya tidak suka dengan Pelajaran bapak, saya suka dengan pelajarannya, karena jurusan ini yang memang saya pilih”.

2.        “saya Adalah salah satu siswa yang sangat suka dengan Pelajaran informtika, Pak. Dan juga saya berharap bapak selalu masuk, pak. Dan ini fakta, saya berkata dengan sejujur-jujurnya pak. Saya berharap saat Pelajaran ini bapak masuk lab, agar materi dan praktiknya seimbang pak. Saya sangat menseriusi Pelajaran ini, bahkan saya berharap betul kepada OSIS untuk diberikan jam kursus mengoperasikan computer pak. Namun, saya sangat sedih dan kecewa kapan terlaksanaknya program tersebut, pak.”

3.        “Pak sampean kurang asik orangnya, dan sampean kurang tegas mendidik anak-anak makanya mereka sering bolos”

4.        “kalau dari saya, pak. Sampean itu kurangnya kalau pas ngajar kurang seru pak. Pembelajarannya kurang pak. Sampean juga kurang beriteraksi sama anak-anak jadinya pada saat anak-anak disuruh maju ke depan kayak asing gitu pak.” “sarannya juga pak, saat sampean memberikan materi juga diselingi video pembelajaran (karena anak-anak jarang ngeliat, dipondok hafalan terus), video tentang pembuatan sesuatu, video motivasi orang-orang terkenal atau ilmuan hebat, serta informasi tambahan yang anak-anak jarang mengetahui, pak.”

5. “pak maaf, saya kurang suka dengan Pelajaran informatika karena cara bapak ngajar kurang seru daripada guru-guru lain”


Secara umum, para siswa memiliki minat yang tinggi terhadap mata pelajaran Informatika, namun mereka mengharapkan adanya penyesuaian pada metode pengajaran. Siswa meminta agar penyampaian materi dilakukan lebih perlahan untuk mengakomodasi mereka yang masih pemula, serta menginginkan keseimbangan porsi antara teori dan praktik di laboratorium. Selain itu, suasana kelas diharapkan bisa lebih hidup, santai, dan interaktif, misalnya dengan menyelingi pembelajaran menggunakan media video tutorial maupun tayangan motivasi agar siswa tidak mudah bosan.

Di sisi lain, evaluasi ini juga menyoroti aspek ketegasan dan kedekatan emosional antara pendidik dan siswa. Guru diharapkan bisa bersikap lebih tegas dalam mengelola kelas guna mendisiplinkan siswa yang kerap membolos, namun tetap hangat dan komunikatif agar siswa tidak merasa canggung saat diminta berpartisipasi aktif di kelas. Dengan konsistensi kehadiran pendidik dan pendekatan yang lebih mengayomi, para siswa yakin proses belajar mengajar akan berjalan jauh lebih efektif dan maksimal.

gambar hasil catatan siswa